Warga protes biaya miliaran untuk gerbang baru, jalan rusak dibiarkan

Pembangunan Gerbang Puspemkab Tangerang Dikritik Warga

Di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspemkab) Kabupaten Tangerang, terdapat sebuah gerbang yang menarik perhatian masyarakat. Gerbang ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp2,5 miliar dan menjadi sorotan karena desainnya yang cukup megah. Namun, pembangunan tersebut justru menuai kritik dari warga setempat.

Kritik atas Penggunaan Anggaran

Iqbal, seorang warga Solear, menyampaikan bahwa pembangunan gerbang tersebut dinilai sebagai pemborosan anggaran yang tidak bermanfaat langsung bagi masyarakat. Ia mengatakan bahwa dana tersebut seharusnya dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur yang lebih mendesak, seperti jalan-jalan yang rusak.

“Kami melihat bahwa pemerintah tidak peka dengan kebutuhan warga. Masih banyak hal yang lebih penting, seperti memperbaiki jalan-jalan yang rusak,” ujarnya. Iqbal mencontohkan kondisi jalan di wilayah Mauk dan Sepatan yang masih dalam kondisi parah dan belum diperbaiki selama bertahun-tahun.

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum (PJU) di beberapa wilayah yang berpotensi membahayakan pengendara pada malam hari. Ia menyarankan agar anggaran dapat dialihkan untuk penerangan jalan, terutama di area seperti Tigaraksa, Solear, Cisoka, dan Curug.

Desain dan Proses Pembangunan

Gerbang Puspemkab Tangerang memiliki desain sederhana namun terlihat megah. Bangunan ini didominasi warna merah bata dan krem, serta dilengkapi tulisan “Selamat Datang Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang” di bagian atas dan lambang Kabupaten Tangerang di tengahnya. Area sekitar gerbang juga terlihat rapi dan terorganisir.

Pembangunan gerbang ini dilakukan melalui proses tender oleh Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang. Saat ini, para pekerja masih melakukan penyelesaian akhir, seperti menata trotoar dan paving block. Salah satu pekerja mengatakan bahwa proyek ini sudah berlangsung selama beberapa bulan dan kini sedang dalam tahap rapikan.

Patung Kristus di Nusa Tenggara Timur

Selain pembangunan gerbang, kabupaten Kupang di Nusa Tenggara Timur juga akan membangun patung Kristus setinggi 40 meter di Tanjung Batu Kong, Desa Hansisi, Kecamatan Semau. Anggaran yang digunakan mencapai Rp30 miliar, yang berasal dari APBD 2026. Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk meningkatkan wisata rohani di kawasan Teluk Kupang.

Rencana pembangunan patung ini merupakan bagian dari program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kupang. Sebelumnya, BPOLBF dan pemerintah daerah juga berencana membuat patung Yesus di Labuan Bajo, NTT, sebagai bagian dari pengembangan wisata religi.

Sejarah Patung Yesus di Indonesia

Ide pembangunan patung Yesus Kristus bukanlah yang pertama kali di Indonesia. Contohnya, patung Yesus di Bukit Sibea-bea, Sumatera Utara, telah lama ada. Patung ini bahkan lebih tinggi dari patung Christ the Redeemer di Rio de Janeiro, Brasil. Di Sulawesi Selatan, terdapat Patung Yesus Buntu Burake yang berdiri di ketinggian 40 meter. Di Sulawesi Utara, terdapat tiga patung Yesus, yaitu Monumen Yesus Memberkati di Manado, Patung Yesus di Pulau Lembeh Bitung, dan Monumen Yesus Memberkati di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *