Kisah Pilu Seorang Ayah Tunggal yang Berjuang demi Anaknya
Pak Ahmad (37) adalah seorang ayah tunggal yang berprofesi sebagai driver ojek online (ojol). Dalam peringatan Hari Ayah Nasional 12 November 2025, kisah hidupnya menjadi sorotan dan menggambarkan perjuangan seorang ayah tanpa pamrih. Di balik penampilannya yang kuat sebagai tulang punggung keluarga, ia sering kali terlupakan dalam kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.
Kisah Pak Ahmad viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @lambegosiip. Dalam narasi unggahan tersebut, terungkap bahwa ia menghadapi cobaan bertubi-tubi dalam hidupnya. Mulai dari kehilangan istri saat melahirkan hingga anaknya harus berobat karena mengalami malnutrisi. Bahkan, motor yang menjadi satu-satunya sumber penghasilannya juga dicuri.
Setelah istri meninggal dunia, Pak Ahmad menjadi ayah tunggal yang harus mengambil alih peran ibu. Istrinya meninggal setelah berjuang melahirkan putrinya, Kanzia. Kini, Kanzia berusia 6 bulan dan hidup tanpa kehadiran ibu. Hal ini memaksa Pak Ahmad untuk tetap bekerja keras meski dalam kondisi sulit.
Meskipun begitu, Pak Ahmad tetap semangat bekerja sebagai driver ojol. Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang demi biaya pengobatan putrinya. Namun, ternyata ia juga harus menghadapi musibah lain, yaitu anaknya mengalami malnutrisi. Malnutrisi adalah kondisi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan pertumbuhan terhambat atau stunting.
Selain itu, Pak Ahmad juga mengalami kehilangan motor yang menjadi sumber penghasilannya. Motor tersebut dicuri saat menunggu orderan. Hal ini membuatnya sangat sedih dan bingung. Terlebih, ia khawatir akan kesehatan Kanzia yang setiap hari menurun dan sering mengalami kejang serta demam.
Untuk tetap bisa mencari nafkah, Pak Ahmad meminjam sepeda ontel milik kerabatnya. Meskipun hanya bisa mengantarkan makanan dengan jarak dekat, ia rela mengayuh sepeda demi mengais rezeki untuk pengobatan putrinya. Sayangnya, pendapatannya sebagai driver ojol menurun drastis karena kini hanya bisa mengantar makanan.
“Saya terpaksa harus menitipkan Kanzia pada mantan Ibu mertua ketika akan Narik, karena orang tua saya sudah tiada sedang saya harus tetap mencari nafkah,” kata Pak Ahmad sambil tertunduk.
Berteman dengan musibah bukanlah hal yang diinginkan Pak Ahmad. Namun, ia tetap sabar dalam menghadapi cobaan tersebut. Kini, ia bekerja keras demi kesembuhan dan masa depan putrinya. “Saya gak boleh menyerah, saya ingin membawa anak saya berobat dan melihatnya tumbuh normal seperti anak-anak lain meski entah kapan saya punya cukup tabungan,” ujar Pak Ahmad sembari menahan tangis.
Kini, kisah pilu Pak Ahmad, driver ojol yang berjuang demi kesembuhan anaknya, viral dan mengundang simpati dari warganet. Tak sedikit warganet yang memberikan dukungan dan harapan agar Pak Ahmad mendapatkan bantuan.
Berikut beberapa komentar warganet:
- “Mohon ijin bila berkenan dan ada yg mengetahui alamat beliau, mohon di share”
- “Ya Allah boleh tau Alamat Beliau”
- “Yaa Allah ternyata sabar ku tak sebesar bpk Ahmad, smoga engkau balikan kesusahan nya menjadi kemudahan kau angkat derajat nya wahai yg MAHA MEMBOLAK BALIKAN KEADAAN in syaAllah Aamiin Allahuma Aamiim”
- “Semoga sehat selalu pak di lancarkan rezeki nya tetep semangat ..semoga anak nya bisa mendapatkan gizi yg cukup ,semoga setelah viral bpk mendapatkan banyak bantuan”
- “Astagfirullah, si Bapak gojek daerah mana ?,” tulis beragam komentar warganet.
Hingga artikel ini dimuat, belum diketahui lebih lengkap mengenai sosok dan alamat driver ojol tersebut. Namun, kisah Pak Ahmad menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tetap bersabar dan berjuang dalam menghadapi tantangan hidup.










