Projo Tepis JK: Kekuasaan Rakyat Bawa Jokowi Jadi Presiden



Sekretaris Jenderal Projo (Pro Jokowi), Freddy Alex Damanik, memberikan respons terhadap pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang menyebut bahwa Joko Widodo menjadi presiden karena peran dirinya. JK mengungkapkan bahwa ia yang membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta sebelum akhirnya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Freddy menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati JK sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi nyata dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Ia menekankan bahwa penghargaan ini diberikan karena peran penting JK dalam Pilpres 2014.

“Kami menghormati Bapak Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi nyata dalam perjalanan demokrasi Indonesia, termasuk dalam Pilpres 2014,” ujar Freddy saat dihubungi, Senin (20/4).

Namun demikian, Freddy menegaskan bahwa kemenangan Jokowi tidak bisa dilepaskan dari peran rakyat. Menurutnya, demokrasi tidak dibangun hanya atas peran satu individu.

“Kami menegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia. Demokrasi kita tidak dibangun di atas peran satu individu, melainkan kerja kolektif berbagai elemen bangsa,” tegasnya.



Freddy juga menilai bahwa keberhasilan Jokowi menjadi Presiden dua periode berasal dari rekam jejak kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Ia menekankan bahwa Jokowi memiliki rekam jejak kepemimpinan yang lahir dari bawah, kerja nyata, serta kedekatan dengan rakyat.

“Kedua, keberhasilan Joko Widodo tidak dapat dilepaskan dari rekam jejak kepemimpinan beliau yang lahir dari bawah, kerja nyata, serta kedekatan dengan rakyat. Faktor inilah yang menjadi fondasi utama kepercayaan publik,” lanjut dia.

Selain itu, Freddy menyebut bahwa kemenangan Jokowi didukung oleh berbagai pihak, mulai dari relawan hingga partai politik. Tidak hanya peran individu semata.

“Ketiga, Projo sebagai organisasi relawan yang sejak awal berdiri untuk mengawal kepemimpinan rakyat, melihat bahwa dukungan relawan, partai politik seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, serta partisipasi aktif masyarakat luas merupakan pilar penting dalam kemenangan tersebut,” kata Freddy.

Ia mengajak semua pihak untuk menjaga narasi kebangsaan agar tidak menyederhanakan proses demokrasi menjadi klaim personal.

“Kami mengajak semua pihak untuk menjaga narasi kebangsaan yang sehat, tidak menyederhanakan proses demokrasi menjadi klaim personal, serta tetap menjunjung tinggi semangat persatuan,” tuturnya.

Freddy menegaskan bahwa demokrasi Indonesia adalah milik rakyat dan kemenangan dalam proses tersebut merupakan kemenangan bersama.

“Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat, dan setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenangan bersama, bukan milik individu,” tandasnya.



Sebelumnya, JK meluapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang kerap mendiskreditkan hubungannya dengan Jokowi. Di tengah fitnah yang menyerangnya terkait polemik ijazah, JK mengingatkan kembali peran vitalnya dalam membawa Jokowi ke kancah politik nasional.

“Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi Presiden karena saya. Setuju? Setuju. Tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden,” tegas JK secara lugas saat menggelar media briefing di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

JK membeberkan kembali sejarah politik kala dirinya turun tangan langsung meyakinkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk membawa dan mengusung Jokowi ke Jakarta sebagai Calon Gubernur DKI.

Keberhasilan di ibu kota itulah yang menurut JK menjadi batu loncatan Jokowi hingga melenggang ke kursi kepresidenan. Bahkan saat Pilpres 2014, JK menyebut posisinya sebagai cawapres adalah permintaan langsung dari Megawati untuk mendampingi Jokowi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *