Tenaga Kesehatan di 14 Provinsi Dapat Prioritas Vaksinasi Campak

Program Vaksinasi MR untuk Tenaga Kesehatan di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi meluncurkan program vaksinasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, dan dokter internship di seluruh Indonesia. Program ini dimulai pada 10 April 2026 sebagai langkah strategis untuk melindungi kelompok yang berisiko tinggi terhadap penularan campak sekaligus memutus rantai penyebaran virus di fasilitas pelayanan kesehatan.

Program ini dilakukan setelah izin perluasan indikasi vaksin MR untuk kelompok usia dewasa dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, L. Rizka Andalusia, menegaskan bahwa tenaga kesehatan yang bekerja langsung dengan pasien memiliki potensi penularan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok masyarakat lainnya.

“Kami mengambil langkah ini karena adanya KLB (kejadian luar biasa) yang meningkatkan risiko penularan kepada orang-orang yang berisiko tinggi, termasuk para nakes yang bekerja langsung dengan pasien,” ujar Rizka dalam jumpa pers di Kantor BPOM Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Sasaran dan Mekanisme Vaksinasi

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menjelaskan bahwa program ini menyasar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan yang tersebar di 14 provinsi dengan jumlah kasus campak tertinggi, seperti Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu, sebanyak 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship di seluruh Indonesia juga masuk dalam kelompok sasaran prioritas.

“Kemenkes senantiasa berupaya melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan karena merupakan kelompok yang sangat berisiko terhadap penularan campak. Imunisasi MR ini diharapkan dapat melindungi tenaga kesehatan sekaligus membantu penanggulangan kasus campak di Indonesia,” kata Andi dalam jumpa pers daring, Jumat (10/4/2026).

Pemberian vaksin dilaksanakan di masing-masing rumah sakit tempat tenaga kesehatan bertugas, dengan dosis 0,5 ml secara subkutan. Ketentuan pemberiannya disesuaikan dengan riwayat imunisasi masing-masing individu. Tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis sebelumnya tidak perlu divaksinasi kembali, yang baru menerima satu dosis akan mendapat satu dosis tambahan, sementara yang belum memiliki riwayat imunisasi sama sekali diwajibkan menerima dua dosis dengan jarak minimal 28 hari.

Total kebutuhan vaksin untuk kelompok prioritas dewasa ini diperkirakan mencapai sekitar 290 ribu dosis.

Stok Vaksin Terjamin

Rizka memastikan ketersediaan vaksin nasional dalam kondisi sangat mencukupi. Per minggu ke-13 tahun 2026, stok vaksin MR tercatat sebanyak 9,8 juta dosis, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 5,5 bulan ke depan.

Distribusi stok dijaga melalui sistem pemantauan bernama SMILE via platform Satu Sehat Logistik, yang memungkinkan Kemenkes memantau ketersediaan vaksin secara real-time dari tingkat provinsi hingga puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.

“Kami menjaga agar stok di seluruh daerah tetap terjaga, tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko merusak vaksin,” jelas Rizka.

BPOM Terbitkan Izin Perluasan Indikasi

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa izin perluasan indikasi telah diterbitkan untuk vaksin MR, MMR, dan measles tunggal yang diproduksi oleh Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), serta Merck Sharp Dohme (MSD).

“Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis data ilmiah, sekaligus bentuk komitmen BPOM dalam memastikan setiap intervensi kesehatan memenuhi standar keamanan dan khasiat,” tegas Taruna.

Tren Kasus Menurun, Kewaspadaan Tetap Diutamakan

Data surveilans Kemenkes menunjukkan tren penurunan kasus campak secara nasional. Pada minggu pertama 2026, jumlah kasus mencapai puncak dengan 2.220 kasus, namun berangsur turun menjadi 195 kasus pada minggu ke-13. Meski demikian, kewaspadaan tetap dipertahankan, terutama di wilayah-wilayah dengan beban kasus tertinggi.

Capaian Outbreak Response Immunization (ORI) di 10 kabupaten/kota terdampak terus dikejar. Per 9 April 2026, Kota Depok telah mencapai target 100 persen, diikuti Kabupaten Bima sebesar 80,8 persen, dan Kota Palembang 60,9 persen.

Rizka mengimbau para orang tua untuk segera melengkapi imunisasi dasar anak pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan booster sekolah dasar, tanpa menunggu munculnya wabah di lingkungan sekitar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *