Peluang juara Persebaya menipis, ini strategi Tavares untuk musim depan



Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah mengalami kekalahan dari Persija Jakarta. Kekalahan ini membuat peluang Bajol Ijo untuk mengejar gelar juara Super League semakin berkurang.

Kekalahan 0-3 yang diderita Persebaya dalam laga pekan ke-27 Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu (11/4/2026) memperparah posisi mereka di klasemen. Tim asuhan Bernardo Tavares saat ini berada di posisi keenam dengan 42 poin.

Jika Persib yang berada di puncak klasemen dengan 61 poin meraih kemenangan pada pekan ke-27, maka peluang Persebaya untuk menjadi juara hampir sirna. Hal ini karena sisa laga yang tersisa tidak cukup untuk mengejar jarak poin antara kedua tim.

Persib akan menjalani laga melawan Bali United pada Minggu (12/4/2026) malam WIB. Dengan situasi seperti ini, Bernardo Tavares pun mulai menghadapi pertanyaan tentang apa yang akan dilakukannya jika peluang juara benar-benar hilang.

Ia mengungkapkan bahwa sejak awal ia datang menukangi Bajol Ijo, ia tidak pernah menjanjikan gelar juara. Pelatih asal Portugal itu datang pada paruh musim, sehingga ia hanya melanjutkan pemain yang ada dan berusaha memberikan yang terbaik di setiap laga.

“Saat saya datang, saya tidak pernah menjanjikan kepada siapa pun bahwa kami akan menjadi juara, termasuk untuk masa depan,” ujarnya kepada awak media.

“Yang saya janjikan adalah saya datang untuk bekerja, bukan untuk berlibur. Saya berusaha memberikan yang terbaik,” tambahnya.

Tavares mengaku telah melakukan analisis mendalam agar bisa membawa tim tampil lebih baik di setiap laga. Ia mengatakan bahwa dirinya menganalisis semua pertandingan dan sesi latihan, mencoba melihat karakteristik pemain untuk menemukan cara bermain terbaik.

“Terkadang kami membuat rencana dan bisa menjalankannya, terkadang tidak,” katanya.

Namun, ia tidak bisa memungkiri bahwa dalam laga melawan Persija, timnya juga tidak tampil sesuai rencana. Ia menyoroti kesalahan-kesalahan fatal yang dilakukan oleh pemainnya, yang ia sebut sebagai tindakan bodoh.

“Hari ini rencana kami sebenarnya hanya bertahan sekitar 15 menit, karena ketika kami membuat penalti seperti itu, kontrol emosi kami tidak baik. Saat kejadian saya tidak melihat jelas karena terhalang pemain, tapi setelah melihat tayangan ulang, itu penalti yang konyol,” jelas Tavares.

“Kami tidak boleh melakukan kesalahan seperti itu. Itu yang membuat perbedaan besar dalam pertandingan.”

“Karena Persija mencetak gol pertama, setelah itu semuanya menjadi lebih mudah bagi mereka. Kalau saja mereka tidak cepat mencetak gol, kami mungkin bisa mendapatkan kepercayaan diri lebih dan menciptakan lebih banyak peluang.”

“Tapi itulah sepak bola. Dalam sepak bola tidak ada ‘jika’, yang ada adalah kenyataan. Kenyataannya mereka mencetak gol pertama, lalu kedua, lalu ketiga.”

Di tengah situasi sulit ini, Tavares mulai mengirim sinyal peringatan keras kepada pemainnya yang performanya melorot jika masih ingin bertahan di musim depan. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa sebelum memikirkan musim depan, ia ingin tim lebih dulu fokus menghadapi tujuh laga tersisa.

Pasalnya, ia ingin tim bisa tetap tampil maksimal di setiap laga, sehingga Tavares mengaku akan melihat para pemain dengan maksimal dalam setiap latihan ke depannya.

“Untuk pertanyaan tentang musim depan, kami memang mencoba mempersiapkannya. Tapi kami tidak boleh melupakan bahwa masih ada pertandingan tersisa musim ini,” tutur Bernardo Tavares.

“Bagi saya penting untuk melihat semua pemain, bukan hanya pemain utama yang sering bermain, tetapi juga pemain lainnya.”

“Jadi kita lihat saja di latihan dan pertandingan berikutnya, karena hari ini ada beberapa pemain yang tidak menunjukkan performa seperti yang saya harapkan.”

“Jika ada pemain lain yang di latihan menunjukkan kondisi fisik dan performa yang lebih baik, maka mereka punya peluang besar untuk dimainkan di pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *