Kesiapan dan Keberhasilan Operasi Satgas RAFI 2026 di NTT
Selama masa arus mudik dan arus balik, perjalanan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) terpantau aman dan lancar. Angka kecelakaan juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengaturan lalu lintas serta ketersediaan sarana pendukung seperti tempat beristirahat dan pasokan energi telah berkontribusi signifikan dalam mengurangi risiko kecelakaan.
Pertamina Patra Niaga resmi menutup pelaksanaan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026 pada pekan lalu. Pasukan khusus Pertamina Patra Niaga bertugas menjaga kelancaran pasokan energi selama masa Ramadan dan Idul Fitri, mulai dari arus mudik hingga arus balik.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam menjaga kelancaran layanan energi selama masa Satgas. Menurut Yudha, wilayah NTT yang sudah mulai menggunakan produk LPG mengalami kenaikan konsumsi sebesar 27 persen dibanding kondisi normal. Sementara itu, konsumsi Kerosene meningkat sebesar 16 persen, BBM (Gasoline) naik 5 persen, dan Avtur meningkat 8 persen dari rata-rata konsumsi normal. Adapun untuk Gasoil mengalami penurunan karena aktivitas industri berkurang selama libur panjang.
“Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh stakeholders, baik dari unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, serta rekan-rekan media. Apresiasi yang setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada seluruh tim Pertamina yang siaga penuh, serta keluarga mereka yang turut mendukung kelancaran operasional selama masa Satgas,” ujar Yudha.
Satgas RAFI 2026 yang berlangsung sejak 9 Maret lalu, bertugas memastikan distribusi energi tetap aman dan lancar di seluruh wilayah kerja Pertamina termasuk NTT, khususnya selama momen Ramadan dan Idul Fitri yang identik dengan peningkatan konsumsi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan bahwa ketersediaan stok BBM, LPG, dan Avtur selama masa Satgas terjaga dalam kondisi aman, dengan ketahanan stok yang bervariasi mulai dari 8 hingga 15 hari tergantung produk dan wilayah.
Selama masa Satgas RAFI 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan kesiapan infrastruktur distribusi di NTT melalui pengoperasian 9 Terminal BBM, 142 SPBU, 11 SPBUN, 7 Agen LPG Non Subsidi, dan 6 Aviation Fuel Terminal. Operasional ini dikendalikan melalui sistem monitoring yang aktif selama 24 jam penuh.
Guna memberikan kenyamanan kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga juga menyediakan layanan tambahan untuk mendukung kenyamanan masyarakat selama periode Nataru di NTT. Layanan tersebut mencakup 13 SPBU Siaga 24 jam, 3 Agen LPG Siaga, dan 1 unit motorist/PDS yang mobile untuk menjangkau pemukiman hingga jalur wisata.
Ahad menegaskan bahwa hasil evaluasi Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2025/2026 akan menjadi landasan untuk menyempurnakan strategi distribusi energi ke depan. “Kami akan terus meningkatkan keandalan layanan, terutama untuk wilayah-wilayah dengan tantangan geografis dan lonjakan konsumsi, agar kebutuhan energi masyarakat senantiasa terpenuhi,” tutupnya.
Untuk informasi dan pertanyaan lebih lanjut mengenai layanan dan program Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center di nomor 135.












